Halaman

Jumat, 21 November 2025

Sunnah yang Terlupakan: Manfaat Siwak yang Menakjubkan

Siwak atau miswak telah lama dikenal dalam tradisi Islam sebagai salah satu sunnah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad Saw. Di antara berbagai kitab yang membahas keutamaannya, Anwarul Masalik mencantumkan sejumlah fadhilah yang diyakini membawa manfaat spiritual, moral, dan fisik bagi pengamalnya. Penggunaan siwak dalam literatur klasik bukan hanya dipandang sebagai upaya menjaga kebersihan, tetapi juga sebagai sarana meraih keberkahan dan peningkatan kualitas diri. Oleh karena itu, memahami fadhilah siwak membantu seorang Muslim menyadari nilai ibadah yang terkandung dalam praktik sederhana tersebut.

Dalam kitab Anwarul Masalik, beberapa fadhilah siwak berkaitan langsung dengan hubungan seorang hamba kepada Allah. Di antaranya adalah mendapat ridha Allah, suatu bentuk kedekatan spiritual yang menjadi tujuan tertinggi seorang mukmin. Selain itu, disebutkan bahwa siwak dapat menjauhkan seseorang dari gangguan setan, karena anggota tubuh yang bersih diyakini lebih sulit dipengaruhi oleh bisikan kejahatan. Fadhilah-fadhilah ini menggambarkan bahwa siwak bukan sekadar alat kebersihan, tetapi juga sarana penjagaan diri secara spiritual.

Sebagian fadhilah siwak berkaitan dengan kebersihan dan manfaat fisik sebagaimana dipahami dalam tradisi ulama. Siwak disebut membersihkan mulut, memudahkan pencernaan, dan bahkan menjengkelkan setan, karena kebersihan mulut dianggap bagian dari kesempurnaan ibadah. Dalam literatur sufistik dan fikih, kebersihan tubuh sering dikaitkan dengan kejernihan jiwa, sehingga praktik siwak dipandang memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar kesehatan oral. Pemahaman ini menegaskan bahwa menjaga kebersihan merupakan bagian integral dari spiritualitas dalam Islam.

Dalam paparan kitab tersebut, siwak juga disebut membawa efek positif bagi aspek kepribadian dan kecerdasan. Fadhilah seperti menumbuhkan sifat percaya diri, menambah kecerdasan, dan menambah kefasihan dalam bicara haq (benar) menggambarkan pandangan ulama bahwa tubuh dan jiwa manusia saling berhubungan. Dengan mulut yang bersih dan pikiran yang jernih, seorang Muslim lebih mudah menyampaikan kebenaran dan menjaga perilaku yang baik. Walaupun manfaat ini tidak dipahami secara ilmiah, ia dianggap sebagai hasil keberkahan dari amalan sunnah.

Beberapa fadhilah lainnya berkaitan dengan ketahanan fisik dan penampilan sebagaimana disebutkan dalam kitab. Di antaranya adalah menambah kejernihan mata, memperlambat penuaan, memperlambat tumbuhnya uban, serta menjadikan punggung tegak. Dalam tradisi ulama, manfaat-manfaat tersebut tidak selalu dipahami secara literal, tetapi sering dimaknai sebagai tanda bahwa seseorang yang rajin menjaga kebersihan dan menghidupkan sunnah akan terlihat lebih segar, berwibawa, dan bersemangat. Hal ini memperlihatkan bahwa siwak diyakini membawa pengaruh positif pada kondisi tubuh secara keseluruhan.

Di antara fadhilah yang juga disebutkan adalah menambah pahala, menjadikan musuh takut, serta memudahkan naza’ (sakaratul maut). Ini menunjukkan bahwa siwak dipandang memiliki efek yang mencakup dimensi ukhrawi, sosial, dan spiritual. Dalam perspektif kitab-kitab klasik, mengamalkan sunnah secara konsisten membawa cahaya dan kewibawaan pada diri seorang mukmin sehingga musuh pun merasa segan. Sementara itu, kemudahan saat sakaratul maut dipahami sebagai buah dari hidup yang dipenuhi amalan baik. Dengan demikian, seluruh fadhilah ini mencerminkan pandangan Islam tradisional bahwa siwak adalah amalan kecil yang membawa manfaat besar bagi kehidupan dunia dan akhirat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Harmoni Semesta, Harmoni Cinta: Menemukan Arah Bersama dalam Kebersamaan

Ungkapan puitis “ Dengarlah suara burung bersahutan, gelombang laut berkejaran, matahari dan bulan bergiliran. Dari semesta alam raya, kit...