Halaman

Rabu, 05 November 2025

Al-Asma’ Al-Maushulah: Menghubungkan Kata dan Makna dalam Bahasa Arab

Dalam ilmu nahwu, al-asmā’ al-maushulah (الْأَسْمَاءُ الْمَوْصُوْلَةُ) adalah kata penghubung yang digunakan untuk menjelaskan atau menerangkan suatu benda atau orang. Kata ini berfungsi seperti kata “yang” dalam bahasa Indonesia, misalnya untuk menunjukkan siapa atau apa yang sedang dibicarakan. Memahami al-asmā’ al-maushulah membantu pembelajar bahasa Arab untuk membaca, menulis, dan menyusun kalimat dengan lebih tepat, serta memahami hubungan antara kata dalam kalimat secara jelas dan runtut.

1. Definisi Al-asmā’ al-Maushūlah

Al-asmā’ al-maushūlah adalah kata ganti penghubung (relative pronouns) dalam bahasa Arab yang digunakan untuk menghubungkan suatu kata benda dengan klausa atau kalimat yang menjelaskannya. Dengan kata lain, ia berfungsi sebagai kata penghubung yang merujuk kembali kepada suatu isim (kata benda) dan menjelaskan sifat, keadaan, atau tindakan dari isim tersebut.

Dalam bahasa Indonesia, sering diterjemahkan sebagai “yang”. Contohnya: Orang “yang” datang kemarin adalah guru saya, buku “yang” saya baca menarik.

2. Macam-Macam Al-Asma’ Al-Maushulah

Dalam bahasa Arab, al-asma’ al-maushulah terbagi menjadi beberapa jenis tergantung pada jumlah dan jenis kelamin:

Bentuk

Gender/Jumlah

Contoh Kalimat

Terjemahan

Fungsi/I‘rab

الَّذِي (alladhī)

Maskulin tunggal

جَاءَ الرَّجُلُ الَّذِي يَدْرُسُ الْعَرَبِيَّةَ

Orang laki-laki yang belajar bahasa Arab datang

Subjek (فَاعِلٌ) dari fi‘il “يَدْرُسُ

الَّتِي

(allatī)

Feminin tunggal

قَرَأْتُ الْمَقَالَةَ الَّتِي فِي الْحَقِيْبَةِ

Saya membaca artikel yang ada di tas

Keterangan/na‘at (صِفَةٌ) menjelaskan “الْمَقَالَةَ

اللَّذَانِ (alladhāni)

Maskulin dual

جَاءَ الطَّالِبَانِ اللَّذَانِ فَازَا بِالْمُسَابَقَةِ

Dua peserta didik laki-laki yang menang dalam perlombaan datang

Subjek (فَاعِلٌ) fi‘il "فَازَا"

اللَّتَانِ (allatāni)

Feminin dual

حَضَرَتِ الطَّالِبَتَانِ اللَّتَانِ تَأَخَّرَتَا فِي دُخُوْلِ الْفَصْلِ

Telah datang dua peserta didik perempuan yang terlambat masuk kelas

Subjek (فَاعِلٌ) fi‘il "تَأَخَّرَتَا"

الَّذِيْنَ (alladhīna)

Maskulin jamak

حَضَرَ الطُّلَّابُ الَّذِيْنَ فَازُوْا

Para peserta didik laki-laki yang menang telah hadir

Subjek (فَاعِلٌ) fi‘il “فَازُوْا

اللَّوَاتِي/اللَّاتِي (allawātī / allātī)

Feminin jamak

نَجَحَتِ الطَّالِبَاتُ اللَّوَاتِي اجْتَزْنَ الْاِخْتِبَارَ

Para peserta didik perempuan yang lulus ujian berhasil

Subjek (فَاعِلٌ) fi‘il “اجْتَزْنَ

3. Fungsi dalam Kalimat

a. Subjek (فَاعِلٌ)

Al-asma’ al-maushulah dapat berfungsi sebagai subjek kalimat yang menjelaskan siapa pelaku suatu tindakan, misal: جَاءَ الرَّجُلُ الَّذِي يَدْرُسُ الْعَرَبِيَّةَTelah datang pria yang belajar bahasa Arab” → “الَّذِيmerujuk pada subjek الرَّجُلُ.

a.    Objek (مَفْعُوْلٌ بِهِ)

Bisa juga menjadi objek dalam kalimat, misal: شَاهَدْتُ الْفِلْمَ الَّذِي أَعْجَبَنِيSaya menonton film yang membuat saya senang”  → “الَّذِيmerujuk pada objek الْفِلْمَ.

b.    Keterangan (ظَرْفٌ/صِفَةٌ)

Memberikan keterangan tambahan tentang isim yang disebut sebelumnya, misal: هذَا الْكِتَابُ الَّذِي فِي الْحَقِيْبَةِIni adalah buku yang ada di tas”  → “الَّذِيmenerangkan tempat buku.

4. Tanda-Tanda dan Kaidah Nahwu

a. I‘rab (tanda gramatikal)

Al-asmā’ al-maushulah bisa menjadi na‘at (kata sifat) yang mengikuti isim yang dijelaskan, sehingga ia mendapat i‘rab sesuai dengan posisi dalam kalimat (nominatif, akusatif, genitif). Contoh: جَاءَ الطَّالِبُ الَّذِي نَجَحَالَّذِي menjadi subjek fi‘il نَجَحَ.

b. Kesepakatan gender dan jumlah

Kata hubung harus sesuai dengan isim yang diterangkan dalam hal jenis kelamin dan jumlah.

a.    Menghubungkan dengan kalimat sebelumnya

Al-asmā’ al-maushulah selalu menghubungkan isim sebelumnya dengan klausa penjelas. Contoh: قَرَأْتُ الْكِتَابَ الَّذِي فِي الْمَكْتَبَةِ  الَّذِي فِي الْمَكْتَبَةِ menerangkan الْكِتَابَ.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Harmoni Semesta, Harmoni Cinta: Menemukan Arah Bersama dalam Kebersamaan

Ungkapan puitis “ Dengarlah suara burung bersahutan, gelombang laut berkejaran, matahari dan bulan bergiliran. Dari semesta alam raya, kit...