Halaman

Rabu, 04 Februari 2026

Mengajar sebagai Sedekah Tertinggi

Kalam hikmah “Sedekah yang paling utama adalah mengajari orang yang bodoh” mengandung pesan mendalam tentang keutamaan ilmu dan tanggung jawab sosial dalam kehidupan manusia. Sejak dahulu, para ulama dan orang bijak menempatkan ilmu sebagai cahaya yang mampu mengubah kebodohan menjadi pemahaman, serta kelemahan menjadi kekuatan. Kalam hikmah ini mengajak kita untuk memaknai sedekah tidak hanya sebatas pemberian materi, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian intelektual dan moral yang berdampak jangka panjang bagi individu maupun masyarakat.

Pada umumnya, sedekah dipahami sebagai pemberian harta, makanan, atau bantuan fisik lainnya. Namun, kalam hikmah ini memperluas makna sedekah ke ranah nonmateri, khususnya pemberian ilmu. Mengajarkan orang yang belum tahu merupakan sedekah yang istimewa karena ilmu tidak akan habis ketika dibagikan. Justru, semakin ilmu itu diajarkan, semakin bertambah keberkahan dan manfaatnya, baik bagi pemberi maupun penerima.

Keutamaan mengajarkan orang yang bodoh terletak pada dampak transformasinya. Dengan ilmu, seseorang mampu membedakan yang benar dan yang salah, mengambil keputusan yang bijak, serta meningkatkan kualitas hidupnya. Satu pengetahuan yang diajarkan dapat membuka pintu perubahan besar, tidak hanya bagi individu tersebut, tetapi juga bagi keluarga dan lingkungannya. Inilah sebabnya mengapa sedekah ilmu dinilai lebih utama dibandingkan sedekah yang hanya bersifat sementara.

Selain itu, kalam hikmah ini menanamkan nilai tanggung jawab sosial bagi orang yang berilmu. Ilmu bukanlah untuk disimpan demi kebanggaan pribadi, melainkan amanah yang harus disampaikan. Mengabaikan orang yang membutuhkan ilmu sama halnya dengan membiarkan kebodohan terus berkembang. Oleh karena itu, mengajar menjadi bentuk kepedulian, empati, dan ibadah yang mencerminkan keluhuran akhlak seorang berilmu.

Dengan demikian, kalam hikmah tersebut mengajarkan bahwa sedekah terbaik adalah sedekah yang memberdayakan. Mengajarkan orang yang bodoh berarti membantu mereka berdiri mandiri, berpikir kritis, dan menjalani hidup dengan lebih bermakna. Sedekah ilmu tidak hanya mengangkat derajat penerimanya, tetapi juga memuliakan pemberinya. Dengan demikian, berbagi ilmu menjadi investasi kebaikan yang pahalanya terus mengalir dan manfaatnya melampaui batas waktu.

Mengajar sebagai Sedekah Tertinggi

Kalam hikmah “ Sedekah yang paling utama adalah mengajari orang yang bodoh ” mengandun...