Halaman

Minggu, 27 September 2026

Menjadikan Al-Qur’an sebagai Cahaya dalam Kepribadian Seorang Muslim

Al-Qur’an adalah firman Allah Swt. yang diturunkan sebagai petunjuk, rahmat, dan cahaya bagi seluruh umat manusia. Ia bukan sekadar kitab suci yang dibaca dengan lisan, dihafalkan dalam ingatan, atau dipelajari maknanya melalui berbagai majelis ilmu, tetapi Al-Qur’an merupakan pedoman hidup yang harus hadir dalam setiap sikap, ucapan, dan perilaku seorang hamba. Kalam hikmah KH. Mu’tashimbillah bin KH. Mufid Mas’ud, “Setelah kita belajar Al-Qur’an kita juga harus berusaha menjadikan Al-Qur’an sebagai karakter kepribadian kita, sebagaimana Rasulullah Saw. telah mencontohkannya,” mengandung pesan mendalam bahwa tujuan utama mempelajari Al-Qur’an bukan hanya untuk memperoleh pengetahuan, melainkan untuk membentuk manusia yang memiliki akhlak mulia sesuai dengan kehendak Allah Swt.

Belajar Al-Qur’an merupakan langkah awal menuju kedekatan seorang hamba dengan Sang Pencipta. Namun, proses belajar tersebut tidak boleh berhenti pada kemampuan membaca huruf-hurufnya, memahami hukum tajwidnya, atau menghafalkan ayat-ayatnya saja. Lebih dari itu, seorang muslim dituntut untuk menggali nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam Al-Qur’an dan mengamalkannya dalam keseharian. Ilmu Al-Qur’an harus melahirkan perubahan dalam diri, dari yang sebelumnya kurang baik menjadi lebih baik, dari yang lalai menjadi lebih ingat kepada Allah, serta dari pribadi yang jauh dari nilai-nilai kebaikan menjadi pribadi yang mencerminkan ajaran Islam.

Kalam hikmah tersebut juga mengingatkan bahwa Rasulullah Saw. merupakan teladan tertinggi dalam menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an. Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah menggambarkan akhlak Rasulullah Saw. sebagai Al-Qur’an yang berjalan, karena seluruh perilaku beliau merupakan wujud nyata dari ajaran yang terdapat dalam kitab suci. Rasulullah Saw. tidak hanya menyampaikan ayat-ayat Allah kepada umatnya, tetapi juga memperlihatkan bagaimana Al-Qur’an diterapkan dalam kehidupan melalui kejujuran, kasih sayang, kesabaran, ketawadhuan, keadilan, dan kepedulian terhadap sesama.

Menjadikan Al-Qur’an sebagai karakter kepribadian berarti menjadikan nilai-nilai ilahiah sebagai dasar dalam membentuk pola pikir dan perilaku. Seorang yang berkarakter Qur’ani akan berusaha menjaga lisannya dari perkataan yang menyakiti, mengendalikan hawa nafsunya, menghormati orang lain, serta senantiasa mengedepankan kebaikan dalam setiap keadaan. Ketika menghadapi ujian kehidupan, ia menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber ketenangan dan petunjuk, bukan sekadar sebagai bacaan ritual. Dengan demikian, Al-Qur’an tidak hanya berada dalam mushaf yang tersimpan rapi, tetapi juga tertanam dalam hati dan tercermin melalui akhlaknya.

Pesan KH. Mu’tashimbillah bin KH. Mufid Mas’ud juga mengandung ajakan agar para pembelajar Al-Qur’an memiliki keseimbangan antara ilmu dan amal. Banyaknya pengetahuan tentang ayat-ayat Allah harus diiringi dengan kesungguhan untuk mengamalkannya. Sebab, kemuliaan seseorang di sisi Allah bukan hanya diukur dari seberapa banyak ayat yang ia ketahui, tetapi sejauh mana Al-Qur’an mampu membimbing dirinya menjadi pribadi yang lebih bertakwa. Ilmu yang tidak diwujudkan dalam amal ibarat cahaya yang tidak menerangi, sedangkan Al-Qur’an yang diamalkan akan menjadi sumber keberkahan bagi kehidupan dunia dan akhirat.

Dengan demikian, menjadikan Al-Qur’an sebagai karakter kepribadian adalah perjalanan panjang yang membutuhkan kesungguhan, keikhlasan, dan mujahadah. Setiap muslim hendaknya terus berusaha mendekatkan diri kepada Al-Qur’an, membacanya, memahaminya, merenungkan kandungannya, serta menghadirkan ajarannya dalam kehidupan nyata. Sebagaimana Rasulullah Saw. telah menjadi teladan dalam mengamalkan wahyu Allah, umat Islam juga dipanggil untuk menghadirkan akhlak Qur’ani dalam keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitarnya. Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, seorang hamba akan memperoleh cahaya petunjuk yang mengantarkannya menuju keberkahan dan ridha Allah Swt.

Menjadikan Al-Qur’an sebagai Cahaya dalam Kepribadian Seorang Muslim

Al-Qur’an adalah firman Allah Swt. yang diturunkan sebagai petunjuk, rahmat, dan cahaya bagi seluruh umat manusia. Ia bukan sekadar kitab ...