Halaman

Minggu, 03 Mei 2026

Saudara Seiman, Sahabat hingga Akhirat

Di dunia ini, manusia dapat memiliki banyak hubungan: teman sekolah, sahabat kerja, tetangga, rekan organisasi, bahkan teman yang sangat dekat dalam urusan dunia. Namun, tidak semua persahabatan memiliki nilai yang kekal. Ada persaudaraan yang hanya bertahan karena kepentingan, kesenangan, keuntungan, atau kebiasaan bersama. Ketika kepentingan itu hilang, hubungan pun melemah. Karena itu, ungkapan “Tidak ada ukhuwah (persaudaraan) abadi kecuali ukhuwah Islamiyah, dibawa sampai di akhirat kelak” mengingatkan bahwa persaudaraan yang paling kuat dan paling bernilai adalah persaudaraan yang dibangun di atas iman, takwa, dan cinta karena Allah.

Allah Ta‘ala berfirman dalam surat Az-Zukhruf ayat 67:

اَلْاَخِلَّاۤءُ يَوْمَىِٕذٍۢ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ اِلَّا الْمُتَّقِيْنَ ۗ ࣖ

Teman-teman akrab pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali orang-orang yang bertakwa. Ayat ini menjelaskan bahwa banyak persahabatan di dunia akan berubah menjadi permusuhan di akhirat, apabila hubungan itu tidak dibangun di atas ketaatan kepada Allah. Teman yang dahulu saling mendukung dalam kemaksiatan, saling membiarkan dalam kelalaian, atau saling menyeret kepada keburukan, kelak dapat saling menyalahkan di hadapan Allah.

Ukhuwah Islamiyah berbeda dengan persaudaraan biasa, karena dasarnya bukan sekadar rasa suka, kesamaan hobi, hubungan darah, atau kepentingan dunia. Ukhuwah Islamiyah lahir dari keimanan kepada Allah, kecintaan kepada Rasulullah, dan keinginan untuk saling menolong dalam kebaikan. Seorang saudara seiman yang benar tidak hanya hadir saat senang, tetapi juga mengingatkan ketika kita salah, mendoakan ketika kita jauh, dan membantu kita tetap berada di jalan Allah. Persaudaraan seperti inilah yang memiliki nilai abadi, karena ikatannya tersambung kepada Allah, bukan hanya kepada urusan dunia yang sementara.

Ayat dari surat Az-Zukhruf tersebut juga menjadi peringatan agar kita berhati-hati dalam memilih teman dekat. Tidak semua kedekatan membawa keselamatan. Ada teman yang membuat hati semakin jauh dari Allah, meremehkan ibadah, mengajak kepada dosa, atau menjadikan dunia sebagai tujuan utama. Hubungan seperti ini bisa tampak menyenangkan di dunia, tetapi berbahaya di akhirat. Sebaliknya, teman yang saleh mungkin terkadang menasihati dengan tegas, mengajak kepada majelis ilmu, mengingatkan shalat, dan menahan kita dari maksiat. Walaupun nasihatnya kadang terasa berat, sebenarnya dialah sahabat yang sedang menjaga kita dari penyesalan panjang.

Dengan demikian, ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Muslim) adalah persaudaraan yang bukan hanya indah di dunia, tetapi juga bermanfaat sampai akhirat. Persaudaraan ini membuat seseorang saling mencintai karena Allah, saling mendoakan, saling menasihati, dan saling menolong menuju ridha-Nya. Maka, jagalah hubungan dengan orang-orang yang menguatkan iman, bukan yang melemahkannya. Sebab, persahabatan yang dibangun di atas dunia dapat berakhir dengan perpisahan, bahkan permusuhan, tetapi persaudaraan yang dibangun di atas takwa akan menjadi sebab kebahagiaan dan keselamatan di hadapan Allah kelak.

Saudara Seiman, Sahabat hingga Akhirat

Di dunia ini, manusia dapat memiliki banyak hubungan: teman sekolah, sahabat kerja, tetangga, rekan organisasi, bahkan teman yang sangat d...