Dalam dunia pendidikan dan pengajaran bahasa,
terdapat banyak ungkapan yang menggambarkan pentingnya keterampilan berbicara
dalam pembelajaran bahasa. Salah satu ungkapan yang sangat terkenal adalah "الْعِلْمُ بِالتَّعَلُّمِ وَاللُّغَةُ بِالتَّكَلُّمِ"
yang artinya "ilmu diperoleh melalui belajar, dan bahasa diperoleh
melalui berbicara." Ungkapan ini secara tegas menegaskan bahwa untuk
menguasai bahasa, terutama dalam hal berbicara, kita harus berlatih secara
aktif dalam berbicara. Hal ini berkaitan erat dengan prinsip "اللُّغَةُ هِيَ الْكَلَامُ", yang berarti "bahasa adalah
ucapan." Dengan kata lain, keterampilan berbicara menjadi inti dalam
penguasaan bahasa itu sendiri, dan untuk benar-benar menguasai bahasa, kita
harus berkomunikasi dengan bahasa tersebut.
Ungkapan "الْعِلْمُ بِالتَّعَلُّمِ وَاللُّغَةُ بِالتَّكَلُّمِ"
mengandung makna bahwa ilmu atau pengetahuan, dalam hal ini bahasa, didapatkan
melalui proses pembelajaran yang aktif. Sedangkan, bahasa sebagai alat
komunikasi, memerlukan proses yang lebih praktis, yakni melalui penggunaan
langsung dalam berbicara. Hal ini mengindikasikan bahwa memahami bahasa Arab
atau bahasa lainnya bukan hanya melalui teori dan aturan-aturan, tetapi melalui
pengalaman berbicara dan berinteraksi dalam bahasa tersebut. Penguasaan bahasa
terjadi saat individu aktif menggunakan bahasa tersebut dalam komunikasi, bukan
hanya dengan mempelajari buku atau teori bahasa.
Sedangkan ungkapan "اللُّغَةُ هِيَ الْكَلَامُ" atau "bahasa adalah ucapan"
memberikan penekanan pada pentingnya berbicara dalam proses pembelajaran
bahasa. Bahasa, dalam konteks ini, bukanlah sekadar rangkaian teori, aturan,
atau kosakata yang dipelajari dalam bentuk tulisan atau penghafalan.
Sebaliknya, bahasa baru bisa dianggap hidup ketika digunakan untuk
berkomunikasi secara verbal. Dengan berbicara, seseorang dapat menguji
pemahaman mereka terhadap kosakata, struktur kalimat, serta konteks penggunaan
kata dalam situasi yang lebih nyata dan langsung.
Dalam konteks belajar bahasa, berbicara
adalah salah satu keterampilan utama yang harus dikuasai. Tanpa kemampuan
berbicara, penguasaan bahasa akan terasa setengah jalan. Hal ini sesuai dengan
konsep "اللُّغَةُ
هِيَ الْكَلَامُ", di mana bahasa benar-benar bisa
dimengerti dan diterapkan ketika digunakan dalam percakapan. Berbicara
memungkinkan pelajar untuk berinteraksi langsung, mendengarkan respons, serta
memperbaiki pengucapan dan penguasaan kosakata mereka dalam konteks yang lebih
praktis.
Dalam pengajaran bahasa Arab, metode yang
mengutamakan percakapan dan komunikasi langsung sangatlah penting. Proses
pembelajaran yang aktif, seperti berdiskusi atau berbicara dalam bahasa Arab,
membantu memperkuat pemahaman terhadap bahasa tersebut. Hal ini juga membangun
kepercayaan diri untuk berbicara, mengurangi rasa takut, serta meningkatkan
kelancaran berbicara. Berbicara menjadi sarana untuk mengukur sejauh mana
seorang pelajar memahami dan dapat menggunakan bahasa tersebut dalam komunikasi
nyata.
Meskipun seseorang dapat menguasai teori
bahasa Arab, seperti tata bahasa dan kosakata, penguasaan bahasa yang
sesungguhnya hanya terjadi ketika bahasa tersebut digunakan dalam berbicara.
Berbicara memberikan kesempatan untuk berlatih dan mengkoreksi pengucapan,
pemilihan kata yang tepat, serta penggunaan struktur kalimat dalam konteks yang
sesuai. Dengan berbicara secara langsung, pelajar akan memperdalam pemahaman
mereka tentang bagaimana bahasa itu diterapkan, dan bukan hanya sekadar teori
yang terpendam di dalam buku.
Walaupun demikian, banyak orang yang
mengalami kesulitan dalam menguasai keterampilan berbicara, terutama dalam
bahasa Arab yang memiliki perbedaan struktural dan fonetik dibandingkan bahasa
Indonesia. Pengucapan yang berbeda, penggunaan kata yang sangat kontekstual,
serta kecepatan berbicara dari penutur asli bisa menjadi tantangan besar.
Namun, tantangan ini justru dapat diatasi dengan berlatih secara terus-menerus.
Seiring dengan berjalannya waktu, pelajar akan mulai merasa lebih nyaman dan
percaya diri dalam berbicara bahasa Arab, karena mereka sudah terbiasa berlatih
dan memperbaiki kesalahan.
Agar kemampuan berbicara bahasa Arab
berkembang pesat, penting untuk terlibat dalam percakapan nyata dengan penutur
asli atau sesama pelajar. Ini adalah langkah yang sesuai dengan prinsip "الْعِلْمُ بِالتَّعَلُّمِ وَاللُّغَةُ بِالتَّكَلُّمِ",
yang menyatakan bahwa bahasa diperoleh melalui penggunaan langsung. Menghadiri
kelas percakapan, bergabung dengan kelompok diskusi, atau bahkan melakukan
percakapan secara daring dapat membantu mempercepat penguasaan berbicara.
Berlatih berbicara secara aktif dalam konteks sosial ini akan semakin
memperkuat kemampuan berbicara bahasa Arab, menjadikannya lebih alami dan lebih
mudah diterima dalam komunikasi sehari-hari.
Dengan demikian, untuk menguasai bahasa Arab atau bahasa lainnya, keterampilan berbicara adalah kunci utama yang harus dikuasai. Prinsip "الْعِلْمُ بِالتَّعَلُّمِ وَاللُّغَةُ بِالتَّكَلُّمِ" dengan jelas menekankan bahwa bahasa diperoleh melalui proses aktif berbicara, dan bahwa bahasa sejatinya adalah ucapan. Melalui pengalaman berbicara, penguasaan kosakata, struktur kalimat, serta pengucapan akan semakin berkembang. Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu berlatih berbicara dalam bahasa Arab agar keterampilan berbicara bisa dikuasai dengan baik. (Disampaikan dalam program “Arabic Camp” yang diselenggarakan oleh MTs Almaarif 01 Singosari pada Selasa, 24 Februari 2026 M/6 Ramadan 1447 H)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar