Halaman

Selasa, 24 Februari 2026

Mahir Berbahasa Arab: Peran Utama Berbicara dalam Penguasaan Bahasa

Dalam dunia pendidikan dan pengajaran bahasa, terdapat banyak ungkapan yang menggambarkan pentingnya keterampilan berbicara dalam pembelajaran bahasa. Salah satu ungkapan yang sangat terkenal adalah "الْعِلْمُ بِالتَّعَلُّمِ وَاللُّغَةُ بِالتَّكَلُّمِ" yang artinya "ilmu diperoleh melalui belajar, dan bahasa diperoleh melalui berbicara." Ungkapan ini secara tegas menegaskan bahwa untuk menguasai bahasa, terutama dalam hal berbicara, kita harus berlatih secara aktif dalam berbicara. Hal ini berkaitan erat dengan prinsip "اللُّغَةُ هِيَ الْكَلَامُ", yang berarti "bahasa adalah ucapan." Dengan kata lain, keterampilan berbicara menjadi inti dalam penguasaan bahasa itu sendiri, dan untuk benar-benar menguasai bahasa, kita harus berkomunikasi dengan bahasa tersebut.

Ungkapan "الْعِلْمُ بِالتَّعَلُّمِ وَاللُّغَةُ بِالتَّكَلُّمِ" mengandung makna bahwa ilmu atau pengetahuan, dalam hal ini bahasa, didapatkan melalui proses pembelajaran yang aktif. Sedangkan, bahasa sebagai alat komunikasi, memerlukan proses yang lebih praktis, yakni melalui penggunaan langsung dalam berbicara. Hal ini mengindikasikan bahwa memahami bahasa Arab atau bahasa lainnya bukan hanya melalui teori dan aturan-aturan, tetapi melalui pengalaman berbicara dan berinteraksi dalam bahasa tersebut. Penguasaan bahasa terjadi saat individu aktif menggunakan bahasa tersebut dalam komunikasi, bukan hanya dengan mempelajari buku atau teori bahasa.

Sedangkan ungkapan "اللُّغَةُ هِيَ الْكَلَامُ" atau "bahasa adalah ucapan" memberikan penekanan pada pentingnya berbicara dalam proses pembelajaran bahasa. Bahasa, dalam konteks ini, bukanlah sekadar rangkaian teori, aturan, atau kosakata yang dipelajari dalam bentuk tulisan atau penghafalan. Sebaliknya, bahasa baru bisa dianggap hidup ketika digunakan untuk berkomunikasi secara verbal. Dengan berbicara, seseorang dapat menguji pemahaman mereka terhadap kosakata, struktur kalimat, serta konteks penggunaan kata dalam situasi yang lebih nyata dan langsung.

Dalam konteks belajar bahasa, berbicara adalah salah satu keterampilan utama yang harus dikuasai. Tanpa kemampuan berbicara, penguasaan bahasa akan terasa setengah jalan. Hal ini sesuai dengan konsep "اللُّغَةُ هِيَ الْكَلَامُ", di mana bahasa benar-benar bisa dimengerti dan diterapkan ketika digunakan dalam percakapan. Berbicara memungkinkan pelajar untuk berinteraksi langsung, mendengarkan respons, serta memperbaiki pengucapan dan penguasaan kosakata mereka dalam konteks yang lebih praktis.

Dalam pengajaran bahasa Arab, metode yang mengutamakan percakapan dan komunikasi langsung sangatlah penting. Proses pembelajaran yang aktif, seperti berdiskusi atau berbicara dalam bahasa Arab, membantu memperkuat pemahaman terhadap bahasa tersebut. Hal ini juga membangun kepercayaan diri untuk berbicara, mengurangi rasa takut, serta meningkatkan kelancaran berbicara. Berbicara menjadi sarana untuk mengukur sejauh mana seorang pelajar memahami dan dapat menggunakan bahasa tersebut dalam komunikasi nyata.

Meskipun seseorang dapat menguasai teori bahasa Arab, seperti tata bahasa dan kosakata, penguasaan bahasa yang sesungguhnya hanya terjadi ketika bahasa tersebut digunakan dalam berbicara. Berbicara memberikan kesempatan untuk berlatih dan mengkoreksi pengucapan, pemilihan kata yang tepat, serta penggunaan struktur kalimat dalam konteks yang sesuai. Dengan berbicara secara langsung, pelajar akan memperdalam pemahaman mereka tentang bagaimana bahasa itu diterapkan, dan bukan hanya sekadar teori yang terpendam di dalam buku.

Walaupun demikian, banyak orang yang mengalami kesulitan dalam menguasai keterampilan berbicara, terutama dalam bahasa Arab yang memiliki perbedaan struktural dan fonetik dibandingkan bahasa Indonesia. Pengucapan yang berbeda, penggunaan kata yang sangat kontekstual, serta kecepatan berbicara dari penutur asli bisa menjadi tantangan besar. Namun, tantangan ini justru dapat diatasi dengan berlatih secara terus-menerus. Seiring dengan berjalannya waktu, pelajar akan mulai merasa lebih nyaman dan percaya diri dalam berbicara bahasa Arab, karena mereka sudah terbiasa berlatih dan memperbaiki kesalahan.

Agar kemampuan berbicara bahasa Arab berkembang pesat, penting untuk terlibat dalam percakapan nyata dengan penutur asli atau sesama pelajar. Ini adalah langkah yang sesuai dengan prinsip "الْعِلْمُ بِالتَّعَلُّمِ وَاللُّغَةُ بِالتَّكَلُّمِ", yang menyatakan bahwa bahasa diperoleh melalui penggunaan langsung. Menghadiri kelas percakapan, bergabung dengan kelompok diskusi, atau bahkan melakukan percakapan secara daring dapat membantu mempercepat penguasaan berbicara. Berlatih berbicara secara aktif dalam konteks sosial ini akan semakin memperkuat kemampuan berbicara bahasa Arab, menjadikannya lebih alami dan lebih mudah diterima dalam komunikasi sehari-hari.

Dengan demikian, untuk menguasai bahasa Arab atau bahasa lainnya, keterampilan berbicara adalah kunci utama yang harus dikuasai. Prinsip "الْعِلْمُ بِالتَّعَلُّمِ وَاللُّغَةُ بِالتَّكَلُّمِ" dengan jelas menekankan bahwa bahasa diperoleh melalui proses aktif berbicara, dan bahwa bahasa sejatinya adalah ucapan. Melalui pengalaman berbicara, penguasaan kosakata, struktur kalimat, serta pengucapan akan semakin berkembang. Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu berlatih berbicara dalam bahasa Arab agar keterampilan berbicara bisa dikuasai dengan baik. (Disampaikan dalam program “Arabic Camp” yang diselenggarakan oleh MTs Almaarif 01 Singosari pada Selasa, 24 Februari 2026 M/6 Ramadan 1447 H)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mahir Berbahasa Arab: Peran Utama Berbicara dalam Penguasaan Bahasa

Dalam dunia pendidikan dan pengajaran bahasa, terdapat banyak ungkapan yang menggambar...