Halaman

Rabu, 11 Februari 2026

Mengajar dengan Harapan, Mendidik dengan Keyakinan

Ucapan Paulo Freire, filsuf pendidikan dan penulis buku Pedagogy of the Oppressed, “Menjadi pendidik berarti percaya bahwa perubahan itu mungkin” merupakan pernyataan yang sarat makna filosofis, moral, dan kemanusiaan. Kalimat ini tidak sekadar menggambarkan profesi pendidik, tetapi menegaskan sikap batin dan keyakinan mendalam yang harus dimiliki oleh siapa pun yang memilih jalan pendidikan. Di tengah realitas sosial yang penuh ketimpangan, keterbatasan, dan tantangan, pendidikan hadir bukan hanya sebagai proses transfer ilmu, melainkan sebagai harapan akan lahirnya masa depan yang lebih adil dan manusiawi.

Makna utama dari ucapan tersebut terletak pada kata “percaya”. Bagi Freire, pendidik sejati bukanlah orang yang netral atau pasrah terhadap keadaan, melainkan individu yang memiliki keyakinan bahwa manusia dapat berkembang dan masyarakat dapat berubah. Keyakinan ini menjadi fondasi moral dalam praktik pendidikan. Tanpa kepercayaan pada kemungkinan perubahan, proses belajar akan kehilangan ruhnya dan pendidikan akan tereduksi menjadi rutinitas mekanis tanpa makna pembebasan.

Dalam pandangan Paulo Freire, pendidikan tidak boleh bersifat menindas atau menjadikan peserta didik sebagai objek pasif. Ia menolak model pendidikan yang hanya “menyimpan” pengetahuan dalam diri peserta didik. Sebaliknya, ia mengusung pendidikan dialogis yang memanusiakan, di mana pendidik dan peserta didik sama-sama belajar, berdialog, dan merefleksikan realitas. Kepercayaan bahwa perubahan itu mungkin membuat pendidik berani mengajak peserta didik berpikir kritis tentang dunia dan perannya di dalamnya.

Ucapan ini juga menegaskan bahwa pendidik adalah agen perubahan sosial. Melalui pendidikan, pendidik menanamkan kesadaran, nilai keadilan, dan keberanian untuk bertindak. Keyakinan akan perubahan mendorong pendidik untuk tidak menyerah pada keterbatasan sistem, kondisi ekonomi, atau latar belakang sosial peserta didik. Sebaliknya, pendidik justru melihat potensi, harapan, dan kemungkinan tumbuh dalam diri setiap manusia.

Lebih jauh, kepercayaan terhadap perubahan menuntut pendidik untuk terus belajar dan merefleksikan praktiknya sendiri. Pendidik tidak hanya mengubah orang lain, tetapi juga bersedia diubah oleh proses pendidikan itu sendiri. Sikap ini mencerminkan kerendahan hati intelektual dan komitmen etis, bahwa pendidikan adalah proses bersama menuju kemanusiaan yang lebih utuh.

Dengan demikian, ucapan Paulo Freire ini mengajarkan bahwa menjadi pendidik bukan sekadar menjalankan profesi, melainkan menghidupi sebuah keyakinan. Percaya bahwa perubahan itu mungkin berarti percaya pada manusia, pada harapan, dan pada masa depan. Di tangan pendidik yang memiliki keyakinan ini, pendidikan menjadi ruang pembebasan, tempat lahirnya kesadaran, dan jembatan menuju dunia yang lebih adil dan bermartabat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengajar dengan Harapan, Mendidik dengan Keyakinan

Ucapan Paulo Freire, filsuf pendidikan dan penulis buku Pedagogy of the Oppressed , “ ...