Kegiatan
Multilingual Communication Camp (MC Camp) bagi Mahasiswa UIN Maulana Malik
Ibrahim Malang Tahun 2026 menjadi salah satu agenda penting dalam penguatan
kompetensi bahasa asing mahasiswa di tengah kebutuhan komunikasi global yang semakin
luas. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Chinese Language and Culture Center
(CLCC) Pusat Pengembangan Bahasa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Rabu, 29
April 2026, bertempat di Hall Lantai 5 Gedung Rektorat. Melalui kegiatan ini,
mahasiswa tidak hanya diajak mengenal bahasa asing sebagai keterampilan
akademik, tetapi juga sebagai bekal strategis untuk studi lanjut, dunia kerja,
sertifikasi profesional, serta pengembangan jejaring internasional. MC Camp
2026 hadir sebagai ruang belajar interaktif yang mempertemukan mahasiswa dengan
narasumber berkompeten dalam bidang bahasa Korea, Jepang, dan Mandarin.
Pada
sesi pertama yang berlangsung pukul 08.30–10.00 WIB, kegiatan diisi oleh
narasumber Sorang Im dengan materi bertema “Praktik Komunikasi Bahasa Korea
dalam Berbagai Bidang dan Tes TOPIK” serta “Wawasan seputar BNSP Bahasa Korea
di Tempat Kerja dan Manufaktur”. Dalam sesi ini, peserta memperoleh pemahaman
bahwa bahasa Korea tidak hanya digunakan dalam konteks percakapan sehari-hari,
tetapi juga memiliki peran penting dalam bidang akademik, industri, dunia
kerja, dan manufaktur. Materi ini menjadi sangat relevan karena minat mahasiswa
terhadap studi, budaya, dan peluang kerja di Korea terus berkembang. Melalui
pengenalan tes TOPIK, mahasiswa juga mendapatkan gambaran mengenai standar
kemampuan bahasa Korea yang dapat digunakan untuk keperluan studi maupun
karier.
Selain
membahas praktik komunikasi, sesi bahasa Korea juga menekankan pentingnya
sertifikasi kompetensi, termasuk wawasan tentang BNSP Bahasa Korea dalam
konteks tempat kerja dan manufaktur. Penjelasan ini memberikan perspektif baru
kepada mahasiswa bahwa kemampuan bahasa asing dapat menjadi nilai tambah
profesional apabila didukung oleh sertifikasi yang diakui. Dengan demikian,
mahasiswa tidak hanya belajar bahasa sebagai pengetahuan, tetapi juga memahami
bagaimana bahasa dapat menjadi kompetensi kerja yang terukur. Sesi ini
mendorong peserta untuk melihat bahasa Korea sebagai keterampilan produktif
yang dapat membuka peluang lebih luas, baik di lingkungan nasional maupun
internasional.
Sesi
kedua berlangsung pukul 10.00–11.30 WIB dengan narasumber Efrizal, S.S., M.A.
yang menyampaikan materi bertema “Praktik Komunikasi Bahasa Jepang, Persiapan
Tes Bahasa Jepang untuk Studi dan Peluang Kerja di Jepang”. Pada sesi ini,
mahasiswa diperkenalkan dengan praktik komunikasi bahasa Jepang yang dibutuhkan
dalam kehidupan akademik, sosial, dan profesional. Materi juga mengarahkan
peserta untuk memahami pentingnya persiapan tes bahasa Jepang sebagai syarat
studi maupun akses terhadap peluang kerja di Jepang. Melalui pemaparan
tersebut, peserta mendapatkan gambaran bahwa penguasaan bahasa Jepang
membutuhkan strategi belajar yang konsisten, pemahaman budaya, serta kesiapan
menghadapi standar evaluasi kemampuan bahasa.
Materi
bahasa Jepang juga memperkaya wawasan mahasiswa tentang hubungan antara
kemampuan bahasa, kesiapan budaya, dan peluang mobilitas internasional. Jepang
dikenal sebagai salah satu negara tujuan studi dan kerja yang membutuhkan
kesiapan komunikasi serta etika interaksi yang baik. Karena itu, sesi ini tidak
hanya menekankan aspek linguistik, tetapi juga pentingnya memahami budaya
kerja, kedisiplinan, dan pola komunikasi masyarakat Jepang. Bagi mahasiswa UIN
Maulana Malik Ibrahim Malang, materi ini menjadi bekal awal untuk merancang
masa depan akademik dan profesional secara lebih terarah, khususnya bagi mereka
yang memiliki minat melanjutkan studi atau membangun karier di Jepang.
Setelah jeda, sesi ketiga dilaksanakan pukul 12.30–14.00 WIB dengan agenda “Workshop Bahasa dan Budaya Mandarin untuk Academic Purposes”. Sesi ini menghadirkan narasumber Yang Nadia Miranti, M.Pd. dengan tema “Bahasa dan Budaya Mandarin untuk Academic Purposes”. Dalam workshop ini, peserta mendapatkan gambaran mengenai pentingnya bahasa Mandarin dalam konteks akademik, riset, komunikasi lintas budaya, dan pengembangan kompetensi global. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan Sertifikasi Kemampuan Bahasa Asing Mandarin Nasional melalui BNSP serta sertifikasi internasional seperti HSK, BCT, dan HSKK. Peserta juga memperoleh pendalaman mengenai bentuk soal tes, tips dan trik untuk menguasainya, serta pengenalan berbagai aplikasi pendukung belajar Mandarin.
Secara keseluruhan, MC Camp 2026 menjadi kegiatan yang sangat bermakna karena menghadirkan pembelajaran multilingual secara terpadu, praktis, dan berorientasi masa depan. Melalui tiga sesi utama yang membahas bahasa Korea, Jepang, dan Mandarin, mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memperoleh bekal penting untuk menghadapi tantangan akademik dan dunia kerja global. Kegiatan ini juga menunjukkan komitmen CLCC Pusat Pengembangan Bahasa dalam memperluas akses mahasiswa terhadap literasi bahasa dan budaya internasional. Dengan adanya MC Camp, diharapkan mahasiswa semakin termotivasi untuk meningkatkan kemampuan bahasa asing, mengikuti sertifikasi kompetensi, serta memanfaatkan keterampilan multilingual sebagai jalan menuju prestasi, studi lanjut, dan peluang karier di tingkat global.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar