Kalam hikmah Imam Syu'aib bin
Harb yang mengatakan, "Janganlah engkau duduk kecuali dengan salah satu
dari 2 kelompok ini, yaitu: 1. Kelompok yang mengajarkanmu kebaikan dan engkau
menerimanya; 2. Kelompok yang engkau ajarkan mereka kebaikan dan mereka
menerimanya," mengandung makna yang sangat dalam tentang pentingnya
memilih teman dan lingkungan yang baik dalam perjalanan hidup. Sebagai salah
satu murid Imam Sufyan Ats-Tsauri, Imam Syu'aib bin Harb memiliki pandangan
hidup yang sangat berorientasi pada kebaikan dan dakwah. Dalam kalam hikmahnya
ini, beliau ingin mengingatkan kita bahwa setiap pertemuan yang kita lakukan,
setiap pertemanan yang kita jalani, memiliki dampak besar pada pembentukan
karakter dan kualitas hidup kita. Kalam hikmah ini mengajak kita untuk selalu
berusaha berada dalam lingkungan yang positif, yang mendorong kita menuju
kebaikan.
Hidup di dunia ini memang penuh
dengan pilihan, dan salah satu pilihan yang paling berpengaruh adalah memilih
siapa yang akan menjadi teman dan tempat kita bergaul. Imam Syu'aib bin Harb
mengajarkan kita untuk tidak sembarangan memilih tempat duduk atau kelompok
yang kita ikuti. Jika kita berada dalam kelompok yang mengajarkan kebaikan,
kita akan memperoleh ilmu dan hikmah yang akan membawa kita lebih dekat pada
tujuan hidup yang mulia. Kelompok seperti ini memberikan pengaruh yang baik,
karena mereka tidak hanya sekadar berbicara tentang kebaikan, tetapi juga
mengajak kita untuk beramal dan mengaplikasikan kebaikan tersebut dalam
kehidupan sehari-hari. Mereka adalah kelompok yang mengarahkan kita kepada
Allah, yang membimbing kita menuju jalan yang benar.
Di sisi lain, jika kita berada
dalam kelompok yang kita ajarkan kebaikan, maka kita juga memperoleh nilai yang
luar biasa. Tugas kita adalah berbagi ilmu dan menebarkan kebaikan kepada orang
lain. Ketika kita mengajarkan orang lain sesuatu yang bermanfaat, baik itu
pengetahuan agama, etika, atau perilaku baik, kita turut berkontribusi dalam
perubahan positif dalam masyarakat. Kelompok seperti ini memberikan peluang
bagi kita untuk menjadi guru, teladan, dan pendorong bagi orang lain untuk
menjadi lebih baik. Tentu saja, pengaruh ini tidak hanya bermanfaat bagi orang
lain, tetapi juga memperkuat keimanan dan kualitas diri kita sendiri, karena
mengajarkan kebaikan kepada orang lain juga menjadi amal yang terus mengalir
pahala bagi kita.
Kedua jenis kelompok yang
disebutkan Imam Syu'aib bin Harb ini pada dasarnya memiliki ciri yang sama,
yaitu kelompok yang berfokus pada kebaikan dan pembelajaran. Namun,
perbedaannya terletak pada peran kita dalam kelompok tersebut. Dalam kelompok
yang mengajarkan kita kebaikan, kita berperan sebagai murid yang belajar dan
menerima ilmu. Sedangkan dalam kelompok yang kita ajarkan kebaikan, kita
berperan sebagai guru yang memberi dan menyebarkan pengetahuan. Kedua peran ini
penting dalam hidup kita, karena sebagai manusia, kita membutuhkan pembelajaran
dari orang lain dan juga memiliki kewajiban untuk berbagi ilmu yang kita miliki
kepada orang lain.
Imam Syu'aib bin Harb mengingatkan kita akan pentingnya menjaga kualitas pertemanan dan lingkungan yang kita pilih. Jangan sampai kita terperangkap dalam kelompok yang justru menjauhkan kita dari kebaikan, yang hanya membawa kita pada keburukan dan kelalaian. Dalam kehidupan modern ini, seringkali kita terjebak dalam pergaulan yang tidak membawa manfaat, yang hanya menghabiskan waktu dan energi tanpa memberikan perubahan positif. Oleh karena itu, sangat penting untuk menyaring dengan bijak kelompok-kelompok yang kita ikuti, agar setiap waktu yang kita habiskan benar-benar bernilai.
Kalam hikmah Imam Syu'aib bin Harb ini memberikan kita pelajaran yang sangat berharga tentang pentingnya memilih teman dan kelompok yang membawa kita pada kebaikan. Kehidupan ini adalah perjalanan panjang yang akan lebih bermakna jika kita dikelilingi oleh orang-orang yang saling mengingatkan dalam kebaikan, yang selalu mendorong kita untuk menjadi lebih baik. Dengan memilih kelompok yang tepat, kita akan menemukan jalan yang lebih mudah untuk mencapai tujuan hidup yang hakiki, yaitu hidup yang diberkahi oleh Allah dan bermanfaat bagi sesama. Semoga kita senantiasa diberikan petunjuk untuk selalu berada dalam kelompok yang mengarahkan kita menuju kebaikan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar