Halaman

Rabu, 07 Januari 2026

Ketika Guru dan Murid Sama-Sama Bertumbuh

Pendidikan sejati bukanlah proses satu arah, melainkan perjalanan bersama antara manusia yang sama-sama bertumbuh. Ucapan Paulo Freire, “Tidak ada pengajaran tanpa belajar”, lahir dari pandangan mendalam tentang hakikat pendidikan yang membebaskan dan memanusiakan. Kalimat singkat ini mengajak kita untuk melihat pendidikan bukan sekadar aktivitas mentransfer pengetahuan, tetapi sebagai ruang dialog, refleksi, dan transformasi bagi semua pihak yang terlibat di dalamnya.

Menurut Paulo Freire, seorang pendidik sejati tidak hanya berperan sebagai pemberi ilmu, melainkan juga sebagai pembelajar. Dalam setiap proses mengajar, guru sesungguhnya sedang belajar—belajar memahami peserta didik, belajar membaca konteks sosial, dan belajar memperbaiki cara menyampaikan ilmu. Tanpa sikap belajar, pengajaran akan berubah menjadi tindakan mekanis yang kaku dan kehilangan makna. Karena itu, mengajar dan belajar adalah dua aktivitas yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan.

Ungkapan ini juga menolak model pendidikan yang menempatkan murid sebagai “wadah kosong” dan guru sebagai satu-satunya sumber kebenaran. Freire menyebut pendekatan ini sebagai banking education, di mana pengetahuan hanya “disimpan” tanpa pemahaman kritis. Sebaliknya, ia menekankan pendidikan dialogis, di mana guru dan murid saling bertukar gagasan, pengalaman, dan pemahaman. Dalam dialog inilah guru belajar dari realitas hidup murid, sementara murid belajar dari pengetahuan dan pengalaman guru.

Lebih jauh, “tidak ada pengajaran tanpa belajar” menuntut kerendahan hati dalam dunia pendidikan. Seorang pendidik yang berhenti belajar akan kehilangan kepekaan terhadap perubahan zaman dan kebutuhan peserta didik. Dengan terus belajar, guru tetap relevan, terbuka, dan mampu mengembangkan metode yang lebih manusiawi. Sikap ini juga menumbuhkan rasa hormat timbal balik, karena murid merasa dihargai sebagai subjek yang berpikir, bukan sekadar objek pengajaran.

Pada akhirnya, ucapan Paulo Freire ini menegaskan bahwa pendidikan adalah proses pembebasan yang berlangsung dua arah. Mengajar adalah belajar, dan belajar adalah proses menjadi manusia yang lebih sadar, kritis, dan bertanggung jawab. Ketika pendidik dan peserta didik sama-sama bersedia belajar, pendidikan tidak hanya mencerdaskan akal, tetapi juga membangun kesadaran, karakter, dan kemanusiaan. Inilah makna terdalam dari pendidikan yang hidup dan bermakna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saat Ilmu Melahirkan Kerendahan Hati

Dalam tradisi keilmuan Islam, adab (etika) menempati posisi yang sangat tinggi, bahkan...